Sabtu, 23 April 2022

4 Kompetensi Professional Guru

 

Kompetensi Guru dan 4 Kompetensi Professionalnya

23 April 2022

Halo semuanya, bertemu lagi dengan saya Muslimin Wahyu Fadillah. Kali ini saya akan menerangkan tentang “ Apasih Kompetensi Guru dan 4 Kompetensi Professionalnya itu?”.

 

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa standar nasional pendidikan terdiri dari isi, standar proses, standar pengelolaan, standar penilaian pendidikan, dan standar pembiayaan harus ditingkatkan secara berkala dan berencana.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa seorang guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya adalah mendidik, membimbing, mengajar, menilai, melatih, dan mengevaluasi peserta didik mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan formal.

Guru sebagai learning agent (agen pembelajaran) yaitu guru berperan sebagai fasilitator, pemacu, motivator, pemberi inspirasi, dan perekayasa pembelajaran bagi peserta didik.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi.

1.    Kompetensi Kepribadian

Kompetensi guru yang pertama adalah kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang dapat mencerminkan kepribadian seseorang yang dewasa, arif dan berwibawa, mantap, stabil, berakhlak mulia, serta dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik.

Kompetensi kepribadian dibagi menjadi beberapa bagian, meliputi:

·        Kepribadian yang stabil dan mantap. Seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat, bangga menjadi seorang guru, serta konsisten dalam bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.

·     Kepribadian yang dewasa. Seorang guru harus menampilkan sifat mandiri dalam melakukan tindakan sebagai seorang pendidik dan memiliki etos kerja yang tinggi sebagai guru.

·        Kepribadian yang arif. Seorang pendidik harus menampilkan tindakan berdasarkan manfaat bagi peserta didik, sekolah dan juga masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan melakukan tindakan.

·        Kepribadian yang berwibawa. Seorang guru harus mempunyai perilaku yang dapat memberikan pengaruh positif dan disegani oleh peserta didik.

·        Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan. Seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong) dan dapat diteladani oleh peserta didik.

2.     Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam memahami peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, pengembangan peserta didik, dan evaluasi hasil belajar peserta didik untuk mengaktualisasi potensi yang mereka miliki.

Kompetensi pedagogik dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut:

·        Dapat memahami peserta didik dengan lebih mendalam. Dalam hal ini, seorang guru harus memahami peserta didik dengan cara memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian, perkembangan kognitif, dan mengidentifikasi bekal untuk mengajar peserta didik.

·        Melakukan rancangan pembelajaran. Guru harus memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, seperti menerapkan teori belajar dan pembelajaran, memahami landasan pendidikan, menentukan strategi pembelajaran didasarkan dari karakteristik peserta didik, materi ajar, kompetensi yang ingin dicapai, serta menyusun rancangan pembelajaran.

·        Melaksanakan pembelajaran. Seorang guru harus dapat menata latar pembelajaran serta melaksanakan pembelajaran secara kondusif.

·        Merancang dan mengevaluasi pembelajaran. Guru harus mampu merancang dan mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan dengan menggunakan metode, melakukan analisis evaluasi proses dan hasil belajar agar dapat menentukan tingkat ketuntasan belajar peserta didik, serta memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki program pembelajaran.

·        Mengembangkan peserta didik sebagai aktualisasi berbagai potensi peserta didik. Seorang guru mampu memberikan fasilitas untuk peserta didik agar dapat mengembangkan potensi akademik dan nonakademik yang mereka miliki.

3.                 Kompetensi Sosial

Kompetensi guru selanjutnya adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua peserta didik, dan masyarakat di sekitar sekolah.

Kompetensi sosial meliputi:

·        Memiliki sikap inklusif, bertindak obyektif, dan tidak melakukan diskriminasi terhadap agama, jenis kelamin, kondisi fisik, ras, latar belakang keluarga, dan status sosial

·        Guru harus dapat berkomunikasi secara santun, empatik, dan efektif terhadap sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat sekitar

·        Guru dapat melakukan adaptasi di tempat bertugas di berbagai wilayah Indonesia yang beragam kebudayaannya

·        Guru mampu melakukan komunikasi secara lisan dan tulisan.

4.                 Kompetensi Profesional

Kompetensi guru yang terakhir adalah kompetensi profesional. Kompetensi profesional yaitu penguasaan terhadap materi pembelajaran dengan lebih luas dan mendalam. Mencakup penguasaan terhadap materi kurikulum mata pelajaran dan substansi ilmu yang menaungi materi pembelajaran dan menguasai struktur serta metodologi keilmuannya.

Kompetensi profesional meliputi:

·        Penguasaan terhadap materi, konsep, struktur dan pola pikir keilmuan yang dapat mendukung pembelajaran yang dikuasai

·        Penguasaan terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran atau bidang yang dikuasai

·        Melakukan pengembangan materi pembelajaran yang dikuasai dengan kreatif

·        Melakukan pengembangan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan yang reflektif

·        Menggunakan teknologi dalam berkomunikasi dan melakukan pengembangan diri.

Menurut Sudarmanto (2009:45), kompetensi adalah atribut untuk meletakkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas baik dan unggul. Atribut tersebut meliputi keterampilan, pengetahuan, dan keahlian atau karakteristik tertentu.

 

Inilah sedikit penjelasan saya mengenai Kompetensi Guru dan 4 Kompetensi Professionalnya, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

 

Semoga kita sama-sama dapat belajar bersama kembali.

 

Salam hangat dari penulis.

Manajemen Kelas

 

Manajemen Kelas

23 April 2022

Halo semuanya, bertemu lagi dengan saya Muslimin Wahyu Fadillah. Kali ini saya akan menerangkan tentang “ Apasih Manajemen Kelas itu?”.

Manajemen kelas seperti yang dijelaskan oleh Djamarah (2006:51) yaitu serangkaian kegiatan sistematis sebagai suatu upaya dalam mendayagunakan potensi kelas yang ada oleh guru dengan seoptimal mungkin sehingga dapat mendukung terjadinya proses interaksi edukatif antara peserta didik dengan tenaga pengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan pengertian lain dapat diartikan bahwa manajemen kelas menunjukkan sebagai bentuk pola tingkah laku yang kompleks dari tenaga pengajar dalam hal ini guru sebagai upaya mewujudkan proses pengajaran dan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan secara efektif dan efisien.

dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.Sementara itu Arikunto (2005:26) menjelaskan bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung-jawab kegiatan belajar-mengajar atau suatu kegiatan denga tujuan membantu peserta didik dalam mencapai kondisi pembelajaran yang optimal, dengan maksud agar program pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil suatu pengertian bahwa manajemen kelas menunjukkan pada suatu upaya yang dilakukan guru dalam menciptakan dan mempertahankan suasana kelas yang kodusif dengan melakukan pengorganisasian kelas seoptimal mungkin untuk menunjang program pada saat di kelas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana atau kondisi kelas yang menyenangkan sehingga dapat menimbulkan, membangkitkan serta memelihara atau mempertahankan motivasi belajar siswa agar dapat senantiasa untuk melibatkan diri secara aktif pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah.

Inilah sedikit penjelasan saya mengenai manajemen kelas, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

 

Semoga kita sama-sama dapat belajar bersama kembali.

 

Salam hangat dari penulis.

 

Senin, 11 April 2022

Manajemen Sekolah

 

Manajemen Sekolah

11 April 2022

Halo semuanya, bertemu lagi dengan saya Muslimin Wahyu Fadillah. Kali ini saya akan menerangkan tentang “ Apasih Manajemen Sekolah itu?”.

Manajemen pendidikan atau sekolah adalah suatu upaya untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan. Tentunya setiap sekolah memiliki beberapa faktor sebagai indikator kinerja yang ingin dicapai. Manajemen untuk sekolah bisa juga diartikan sebagai proses pengelolaan dan pengadministrasian sekolah. Manajemen disini bermaksud untuk memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan sekolah. Seperti kepala sekolah yang dituntut untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengelola komponen sekolah untuk mencapai tujuan yang dirumuskan. Konsep dari manajemen pendidikan atau sekolah terbagi menjadi dua aspek, yaitu manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah meliputi laboratorium, perpustakaan, bangunan dan saran fisik lainnya, pelaksanaan evaluasi pendidikan, sumber dana,dan hubungan antar guru, murid. Adapun manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah. Diantaranya seperti masyarakat, dinas pendidikan, dewan pendidikan, hingga komite sekolah.

Tidak jauh berbeda dengan fungsi manajemen secara umum, fungsi dari manajemen sekolah antara lain:

a.            Membuat perencanaan sekolah meliputi tujuan dan dasar pendirian sekolah

b.            Mengorganisasi segala sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan bersama

c.             Melakukan pengarahan kepada seluruh anggota dan stakeholder sekolah untuk selalu bekerja sama demi kualitas sekolah

d.            Melakukan pengawasan terhadap jalannya operasional sekolah

Sistem manajemen di sekolah bisa menggunakan model pengelolaan yang memberikan otonomi lebih besar kepada kepala sekolah, fleksibilitas kepada sekolah, dan mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan model pengelolaan sekolah dengan memberikan kewenangan lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri. Dengan begitu, sekolah memiliki tanggung jawab dalam menentukan program-programnya sendiri. Tentunya setiap sistem yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dari masing-masing sekolah.

Ruang lingkup manajemen di sekolah meliputi objek dan sumber daya sebagaimana berikut:

a.            Manusia (Man)

Manusia merupakan unsur terpenting yang harus dikelola dalam manajemen di sekolah. Salah satu pengelolaan yang harus dilakukan misalnya dengan mengorganisasikannya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

b.            Uang (Money)

Dalam hal ini uang dimaksudkan untuk mengelola pendanaan secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan yang dilakukan sekolah.

c.             Bahan (Materials)

Bahan materi merupakan aspek yang penting dalam manajemen sekolah. Pengelolaan material yang bagus, akan membentuk kurikulum yang tepat untuk pembelajaran siswa.

d.            Metode (Method)

Pemilihan metode yang tepat akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Dengan begitu, tujuan pendidikan akan lebih cepat tercapai.

e.            Mesin (Machines)

Mesin merupakan bagian dari media pembelajaran yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman siswa.

f.             Pasar (Market)

Pasar merupakan salah satu kunci yang menentukan sekolah tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud berarti masyarakat secara luas.

g.            Waktu (Minutes)

Tentu saja waktu harus dikelola dengan baik karena waktu belajar murid di sekolah sangat terbatas. Time management harus diatur secara efisien agar tujuan pembelajaran dapat terpenuhi. Pastikan Anda telah memahami hal-hal diatas sebelum membuat rancangan manajemen sekolah. Jika manajemen yang Anda rumuskan sudah rapi, maka sangat mudah bagi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya.

 

Inilah sedikit penjelasan saya mengenai manajemen sekolah, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

 

Semoga kita sama-sama dapat belajar bersama kembali.

 

Salam hangat dari penulis.

Senin, 04 April 2022

Kultur Sekolah


Kultur Sekolah

4 April 2022

Halo semuanya, bertemu lagi dengan saya Muslimin Wahyu Fadillah. Kali ini saya akan menerangkan tentang “ Apasih Kultur Sekolah itu?”.

Istilah “kultur” pada mulanya datang dari disiplin ilmu Antropologi Sosial. Apa yang tercakup dalam definisi budaya sangatlah luas. Istilah kultur dapat diartikan sebagai totalitas pola perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua produk lain dari karya dan pemikiran manusia yang mencirikan kondisi suatu masyarakat atau penduduk yang ditransmisikan bersama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia , budaya (cultural) diartikan sebagai pikiran, adat istiadat, sesuatu yang sudah berkembang, sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Dalam pemakaian sehari-hari, orang biasanya mensinonimkan pengertian budaya dengan tradisi (tradition). Dalam hal ini, tradisi diartikan sebagai ide-ide umum, sikap dam kebiasaan dari masyarakat yang nampak dari perilaku sehari-hari yang menjadi kebiasaan dari kelompok dalam masyarakat tersebut. Deal dan Kent mendefinikan “kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat”. Menurut definisi ini, suatu sekolah dapat saja memiliki sejumlah kultur dengan satu kultur dominan dan sejumlah kultur lainnya sebagai subordinasi. Sejumlah keyakinan dan nilai disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu. Stolp dan Smith menyatakan:

“ kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil invensi, penemuan oleh suatu kelompok tertentu saat ia belajar mengatasi masalah-masalah yang berhasil baik serta dianggap valid dan akhirnya diajarkan ke warga baru sebagai cara-cara yang dianggap benar dalam memandang, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut.”

Jadi, kultur sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.

Dalam organisasi sekolah, pada hakikatnya terjadi interaksi antar individu sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam rangka mencapai tujuan bersama. Tatanan nilai yang telah dirumuskan dengan baik berusaha diwujudkan dalam berbagai perilaku keseharian melalui proses interaksi yang efektif. Dalam rentang waktu yang panjang, perilaku tersebut akan membentuk suatu pola budaya tertentu yang unik antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi karakter khusus suatu lembaga pendidikan yang sekaligus menjadi pembeda dengan lembaga pendidikan lainnya.

 Inilah sedikit penjelasan saya mengenai kultur sekolah, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

Semoga kita sama-sama dapat belajar bersama kembali.

Salam hangat dari penulis.