Kultur Sekolah
4 April 2022
Halo semuanya, bertemu lagi dengan saya Muslimin Wahyu Fadillah.
Kali ini saya akan menerangkan tentang “ Apasih Kultur Sekolah itu?”.
Istilah “kultur” pada mulanya datang dari disiplin ilmu
Antropologi Sosial. Apa yang tercakup dalam definisi budaya sangatlah luas.
Istilah kultur dapat diartikan sebagai totalitas pola perilaku, kesenian,
kepercayaan, kelembagaan, dan semua produk lain dari karya dan pemikiran
manusia yang mencirikan kondisi suatu masyarakat atau penduduk yang
ditransmisikan bersama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia , budaya (cultural)
diartikan sebagai pikiran, adat istiadat, sesuatu yang sudah berkembang,
sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Dalam pemakaian sehari-hari,
orang biasanya mensinonimkan pengertian budaya dengan tradisi (tradition). Dalam
hal ini, tradisi diartikan sebagai ide-ide umum, sikap dam kebiasaan dari
masyarakat yang nampak dari perilaku sehari-hari yang menjadi kebiasaan dari
kelompok dalam masyarakat tersebut. Deal dan Kent mendefinikan “kultur sekolah
sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat
kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat”. Menurut definisi ini, suatu
sekolah dapat saja memiliki sejumlah kultur dengan satu kultur dominan dan
sejumlah kultur lainnya sebagai subordinasi. Sejumlah keyakinan dan nilai
disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan
terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu. Stolp
dan Smith menyatakan:
“ kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil
invensi, penemuan oleh suatu kelompok tertentu saat ia belajar mengatasi
masalah-masalah yang berhasil baik serta dianggap valid dan akhirnya diajarkan
ke warga baru sebagai cara-cara yang dianggap benar dalam memandang,
memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut.”
Jadi, kultur sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat
dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi
sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.
Dalam organisasi sekolah, pada hakikatnya terjadi interaksi
antar individu sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam rangka
mencapai tujuan bersama. Tatanan nilai yang telah dirumuskan dengan baik
berusaha diwujudkan dalam berbagai perilaku keseharian melalui proses interaksi
yang efektif. Dalam rentang waktu yang panjang, perilaku tersebut akan
membentuk suatu pola budaya tertentu yang unik antara satu organisasi dengan
organisasi lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi karakter khusus suatu
lembaga pendidikan yang sekaligus menjadi pembeda dengan lembaga pendidikan
lainnya.
Semoga kita sama-sama dapat belajar bersama kembali.
Salam hangat dari penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar